Sabtu, 13 April 2013

Pola Makan yang Bikin Panjang Umur


Mengubah diet atau pola makan bisa menjadi tantangan yang sulit dilakukan, namun dengan beberapa pedoman dasar Anda dapat dengan mudah menjadikan pola makan yang sehat sebagai gaya hidup keseharian Anda.

Apa keuntungan menerapkan pola makan sehat? Salah satunya adalah mencegah Anda dari serangan penyakit berbahaya seiring bertambahnya usia, sehingga Anda bisa memiliki waktu lebih lama berkumpul bersama keluarga.
Banyak orang menganggap bahwa menerapkan pola makan sehat adalah pekerjaan yang sulit, namun pendapat itu bisa berubah jika Anda mengikuti beberapa tip sederhana berikut ini:
Jangan Lewatkan Sarapan
Banyak orang melewatkan waktu sarapan, ada yang memang karena tidak punya waktu untuk sarapan, ada juga yang merasa tidak lapar saat mereka bangun tidur. Sebagian orang percaya jika tidak sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Padahala yang terjadi malah sebaliknya.
Jika tidak sarapan, tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk aktivitas di siang hari. Alhasil, Anda merasa kenyang berlebihan dan akan menghabiskan makanan dalam prosi besar saat makan siang. Bahkan diperparah dengan ngemil makanan tinggi kalori seperti biskuit, cake, atau roti yang bisa membuat berat badan bertambah.
Perbanyak konsumsi Sayuran Segar
Pilihlah berbagai macam sayuran berwarna-warni setiap hari. Untuk setiap warna sayuran yang berbeda, nutrisinya pun juga berbeda. Variasi sayuran yang dapat dimasukan ke dalam program diet yaitu seperti wortel, ubi jalar, paprika serta sayuran berdaun hijau seperti kubis dan sawi. Selain kaya serat untuk melancarkan pencernaan, sayuran menyediakan berbagai vitmain dan mineral penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda.
Konsumsi Lemak Sehat
Beberapa jenis lemak sebenarnya baik untuk Anda. Namun, harus dengan porsi yang tepat. Minyak zaitun dan alpukat memberikan lemak baik dan bagus untuk jantung. Ikan juga memberikan manfaat ini. Bedanya, ikan mengandung lebih banyak vitamin dan mineral yang baik untuk Anda.
Kurangi Konsumsi yang Manis-manis
Semua orang menyukai makanan manis. Sayangnya, lebih banyak kerugian yang ditimbulkan daripada manfaat yang diberikan oleh makanan manis. Batasi diri Anda dari makanan yang berkadar gula tinggi. Selain memicu obesitas, makanan manis juga dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang bisa memicu diabetes.
Makan 5-6 kali Sehari
Makan lebih sering yaitu 3 kali makan utama dan 2-3 kali snack sehat di antara waktu makan, adalah cara terbaik untuk meningkatkan metabolisme tubuh Anda. Pilih makanan ringan yang tinggi protein, rendah lemak, berprotein tinggi dan berkadar gula rendah. Non-fat yogurt dan kacang-kacangan adalah makan ringan yang tepat untuk mengalahkan rasa lapar sekaligus memberikan kepuasan.
Jika Anda sedang mencoba membuat perubahan di dalam diet Anda, ini adalah saat yang tepat untuk memulainya. Tidak ada kata terlambat, selama Anda menginginkan kehidupan yang sehat dan umur yang lebih panjang. (dan) 

Dua Kata yang Wanita Tidak Ingin Dengar dari Mulut Pria


 “Tenang dulu.”

Sekilas, dua kata ini memang tidak bermasalah. Dua kata ini bermaksud mengingatkan Anda untuk mengambil napas panjang, relaks, dan berpikir sebelum masalah membesar. Tetapi masalahnya, ketika seorang wanita mendengar dua kata ini terucap dari mulut pria, dampaknya justru beda.

“Pria terbiasa mengambil kendali di suasana tegang sehingga jika wanita marah, mereka mengatakan ‘tenang dulu’ untuk menenangkan — tanpa sadar mereka justru memperburuk situasi,” kata Paul Hokemeyer, konsultan pernikahan di New York. Berikut ini alasan pria tidak boleh mengucapkan “tenang dulu”.

Tidak peduli
Katakanlah, Anda marah karena dia mengundang seorang teman (yang Anda tidak sukai) untuk makan malam, padahal Anda pikir itu adalah makan malam spesial. Atau, Anda berdua sedang berdebat mengenai masalah abadi di hubungan asmara kalian. Menurut Hokemeyer, banya wanita mengartikan kalimat “tenang dulu” sebagai pernyataan bahwa perasaan mereka tidak valid.

Tidak menolong
Ya, Anda marah. Sudah jelas. Jadi dua kata yang menegaskan bahwa Anda marah tidak akan menyelesaikan masalah. Hokemeyer mengatakan “tenang dulu” adalah frase yang tidak menuntaskan persoalan sebab tidak ada orang yang mau disuruh-suruh mengatur perasaannya. Dan apa jadinya bila sedari awal Anda tidak marah? Hmm, dia justru membikin keruh suasana.

Curang 
Beberapa pria memang sungguh-sungguh ingin menenangkan Anda, tetapi ada juga yang sengaja menggunakan kalimat “tenang dulu” sebagai taktik manipulatif, bentuk psikologi terbalik ketika mereka merasa kehilangan kendali, kata Hokemeyer, yang menambahkan bahwa ini teknik klasik.

Ketika seorang pria merasa marah dan hilang kendali, dia akan menuduh sang wanita yang marah dan hilang kendali. Ketika si wanita (seperti yang bisa ditebak) merespon dengan naik darah, si pria jadi merasa boleh marah juga.

Jadi, bila pacar atau suami Anda mengatakan “tenang dulu” di saat kalian tengah bertengkar, harus bagaimana? Hokemeyer punya saran mengejutkan: Cukup setujui apa katanya. “Tanggapi dia dengan tenang dan katakan “Ya, aku marah tapi apa yang aku rasakan itu benar.” Lalu sarankan padanya untuk mengakhiri pertengkaran.
 

Jumat, 12 April 2013

Perilaku Konsumen, Surplus Konsumen dan Elastisitas Harga


1.  Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Pemahaman akan perilaku konsumen cerdas dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Ke dua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen.

Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.Dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk,pnyesuaian harga produk,mutu produk,kemasan dan sebagainya agar dalam penjualn produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut. 

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.  

Proses pengambilan keputusan pembelian

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni: 
1.    Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.  
2.    Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal). 
3.    Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam  informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4.    Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif  strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. 
5.    Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. 

Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan. 

Faktor-faktor yang memengaruhi

Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian: 
1.    Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu. 
2.    Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut. 
3.    Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal. 
Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

2.  Surplus Konsumen

Surplus Konsumen (Consumer’s surplus ) adalah utilitas untuk konsumen dengan mampu membeli produk dengan harga yang kurang dari harga tertinggi yang mereka akan bersedia membayar. Surplus Konsumen mencerminkan suatu keuntungan lebih atau surplus yang dinikmati oleh konsumen tertentu yang terjadi karena terdapat selisih harga antara harga maksimum yang diminta produsen dan harga yang dapat dibayar konsumen (yang disebabkan oleh terjadinya  keseimbangan harga dipasar). 

Jika konsumen akan bersedia membayar lebih dari harga minta saat ini, maka mereka mendapatkan manfaat lebih dari produk yang dibeli dari mereka habiskan untuk membelinya. Sebuah contoh yang baik dengan surplus konsumen umumnya tinggi adalah air minum. 

Orang-orang akan membayar harga yang sangat tinggi untuk minum air, karena mereka membutuhkannya untuk bertahan hidup. Perbedaan harga yang mereka akan membayar, jika mereka harus, dan jumlah yang mereka bayar sekarang adalah surplus konsumen mereka. Perhatikan bahwa utilitas dari pertama liter air minum sangat tinggi (karena mencegah kematian), sehingga beberapa liter pertama kemungkinan akan surplus konsumen lebih dari liter berikutnya. 

Harga maksimum konsumen akan bersedia membayar jumlah yang diberikan adalah jumlah dari harga maksimum ia akan bersedia membayar untuk unit pertama, harga tambahan maksimum ia akan bersedia membayar untuk unit kedua, dll Biasanya harga ini mengalami penurunan, dalam hal bahwa mereka diberikan oleh individu kurva permintaan . Jika harga ini adalah yang pertama meningkat dan kemudian menurun mungkin ada jumlah nol dengan nol surplus konsumen. Konsumen tidak akan membeli jumlah yang lebih besar dari nol dan lebih kecil dari jumlah ini karena surplus konsumen akan negatif. 

Harga tambahan maksimum konsumen akan bersedia membayar untuk setiap unit tambahan juga dapat alternatingly menjadi tinggi dan rendah, misalnya jika dia ingin bahkan jumlah unit, seperti dalam kasus tiket ia menggunakan di pasang pada tanggal. Nilai-nilai yang lebih rendah tidak muncul dalam kurva permintaan karena mereka sesuai dengan jumlah konsumen tidak membeli, terlepas dari harga. Untuk harga yang diberikan konsumen membeli jumlah yang surplus konsumen tertinggi. 

Surplus Konsumen agregat 'adalah jumlah surplus konsumen untuk masing-masing individu konsumen. Hal ini dapat diwakili pada sosok kurva permintaan agregat. 

Perhitungan dari penawaran dan permintaan 

The surplus konsumen (individu atau agregat) adalah area di bawah kurva permintaan (individu atau gabungan) dan di atas garis horizontal pada harga aktual (dalam kasus agregat: harga keseimbangan). Jika kurva permintaan adalah garis lurus, surplus konsumen adalah luas segitiga: 


            
Dimana mkt P adalah harga ekuilibrium (mana supply sama demand), mkt Q adalah kuantitas jumlah pembelian pada harga keseimbangan dan max P adalah harga di mana jumlah kuantitas pembelian akan turun menjadi 0 (yaitu, di mana kurva permintaan penyadapan yang harga sumbu).

Untuk permintaan yang lebih umum dan fungsi penawaran, daerah ini bukan segitiga tapi masih dapat ditemukan dengan menggunakan integral kalkulus. Surplus konsumen adalah demikian integral tentu dari fungsi permintaan terhadap harga, minus integral tertentu konstan D fungsi (P) = Q mkt (yaitu P Q mkt mkt), dari harga pasar dengan harga pemesanan maksimum (yaitu harga-intercept dari fungsi permintaan):

                  Grafik menunjukkan, bahwa jika kita melihat kenaikan harga keseimbangan dan penurunan jumlah ekuilibrium, maka surplus konsumen jatuh. 

Pembagian manfaat ketika harga turun 

Ketika pasokan yang baik memperluas, harga turun (asumsi kurva permintaan adalah miring ke bawah) dan meningkatkan surplus konsumen. Ini manfaat dua kelompok orang. Konsumen yang telah bersedia untuk membeli pada harga awal manfaat dari penurunan harga; juga mereka bisa membeli lebih banyak dan menerima surplus konsumen bahkan lebih, dan konsumen tambahan yang tidak mau membeli dengan harga awal tetapi akan membeli pada harga baru dan juga menerima beberapa surplus konsumen. 

Pertimbangkan contoh pasokan linear dan kurva permintaan. Untuk kurva penawaran awal S 0, surplus konsumen adalah segitiga di atas garis yang dibentuk oleh harga P 0 ke baris permintaan (dibatasi di sebelah kiri dengan sumbu harga dan di atas dengan garis kebutuhan). Jika pasokan memperluas dari S0 ke S 1, konsumen surplus mengekspansi pada segitiga atas P 1dan di bawah garis kebutuhan (masih dibatasi oleh sumbu harga). Perubahan surplus konsumen perbedaan di daerah antara dua segitiga, dan itu adalah kesejahteraan konsumen terkait dengan perluasan pasokan. 

Beberapa orang bersedia membayar harga yang lebih tinggi P 0.Bila harga berkurang, keuntungan mereka adalah area persegi panjang yang terbentuk di atas oleh P 0, pada bagian bawah oleh P 1, di sebelah kiri dengan sumbu harga dan di sebelah kanan oleh garis vertikal membentang dari Q 0.

Set kedua penerima adalah konsumen yang membeli lebih banyak, dan konsumen baru, mereka yang akan membayar harga yang lebih rendah baru (P 1) tetapi bukan harga yang lebih tinggi (P 0). konsumsi tambahan mereka membentuk perbedaan antara Q 1 dan Q 0. surplus konsumen mereka adalah segitiga dibatasi di sebelah kiri dengan garis vertikal membentang dari Q 0, di kanan dan atas oleh garis permintaan, dan pada bagian bawah oleh garis memperluas horizontal ke kanan dari P 1.

Peraturan satu-setengah 

Aturan-setengah perkiraan satu perubahan surplus untuk perubahan kecil dalam pasokan dengan kurva permintaan konstan. Catatan bahwa dalam kasus khusus di mana kurva permintaan konsumen linear, surplus konsumen adalah luas segitiga. Setelah gambar diatas. Dimana:
·         CS = Konsumen Surplus
·         Q 0 dan Q 1 adalah kuantitas yang diminta sebelum dan setelah perubahan pasokan
·         P 0 dan P 1 adalah harga sebelum dan setelah perubahan pasokan

3.  Elastisitas Harga

Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen, akibat adanay perubahan tingkat barang. Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proporsional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proporsional dari harga.Elastisitas harga (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.  
Angka elastisitas harga bernilai negatif. Ep = 2 mernpunyai arti bila harga barang naik 1%, permintaan terhadap barang itu turun 2%, ceteris paribus. Begitu juga sebaliknya. Semakin besar nilai negatifnya, serna kin elastis permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar dibanding perubahan harga. Angka Ep dapat disebut dalam nilai absolut. Ep = 2, artinya sama dengan Ep = -2. 

Angka Elastisitas Harga (Ep)  
a.     Inelastis (Ep < 1) 
Perubahan permintaan (dalarn persentase) lebih kecil daripada perubahan harga. Kalau harga naik 10% rnenyebabkan perrnintaan barang turun sebesar, rnisalnya, 6%.
Perrnintaan barang kebutuhan pokok umumnya inelastis. Misalnya perubahan harga beras di Indonesia, tidak berpengaruh besar terhadap perubahan perrnintaan terhadap beras.  
b.    Elastis(Ep>l)
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang rnenyebabkan perubahan perrnintaan yang besar. Misalnya, bila harga turun 10% menyebabkan permintaan barang naik 20%. Karena itu nilai Ep lebih besar dari satu. Barang mewah seperti rnobil umumnya permintaannya elastis.
c.     Elastis unitari (Ep = 1) 
Jika harga naik 10%, permintaan barang turun 10% juga. 
d.    Inelastis sempurna (Ep = 0)
Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap mernbeli jumlah yang dibutuhkan. Contohnya adalah permintaan garam. 
e.    Elastis tak terhingga (Ep = 00) 
Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya. 
Secara gratis tingkat elastisitas harga terlihat dari slope (kemiringan) kurva permintaan. Bila kurva permintaan tegak lurus, permintaan inelastis sempuma (perfect inelastic); Perubahan harga, tidak memengaruhi jumlah barang yang diminta. Bila kurva sejajar surnbu datar, permintaan elastis fak terhingga (perfect elastic); Perubahan harga sedikit saja, rnenyebabkan pembahan jumlah barang yang diminta tak terhingga besamya. Permintaan dikatakan elastis unitari (unitary elastic), bila slope kurvanya minus satu (kurvanya membentuk sudut 45°). Dapat disimpulkan, semakin datar kurva permintaan, makin elastis permintaan suatu barang.

Minggu, 07 April 2013

Susah berhenti merokok???


Mungkin Ini Penyebabnya

Melepaskan diri dari kebiasaan merokok memang bukan pekerjaan mudah. Ada yang berhasil dan ada pula yang makin kecanduan dengan asap rokok.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry menyebutkan bahwa, kebiasaan merokok dan kecanduan nikotin yang sulit hilang bisa dipengaruhi oleh faktor genetis seseorang.
Tim peneliti dari Duke University menemukan bahwa, meskipun faktor genetis bukan faktor utama yang menyebabkan seseorang sulit melepaskan diri dari kebiasaan merokok, namun gen memainkan peran penting terhadap kecanduan merokok.
Lebih dari 1.000 pria dan wanita diteliti untuk mengetahui pengaruh genetis terhadap kebiasaan merokok. Peneliti mengamati kebiasaan partisipan sejak anak-anak sampai usia 38 tahun, mulai dari perilaku, kesehatan, dan gaya hidup.
Data tersebut kemudian diklasifikasi ke dalam ‘skor risiko genetik’ dengan mengamati penanda gen yang dianggap terkait dengan kebiasaan merokok.
Hasilnya, sebanyak 880 orang mencoba untuk merokok, 24 persen lebih mungkin menjadi perokok pada usia 15 tahun dan 43 persen mungkin menjadi perokok di usia 18 tahun.
Pada orang dewasa peneliti menemukan bahwa 27 persen lebih mungkin mempertahankan kebiasaan merokok dan 22 persen mungkin mengalami kegagalan dalam usahanya untuk berhenti merokok, seperti dilansir Everyday Health.
Meski faktor genetik berpengaruh terhadap kebiasaan merokok, namun kecanduan rokok sebenarnya bisa dicegah dengan tidak mencoba dan ikut-ikutan merokok. (dan) 

Agnes Monica


Agnes Monica Hadiri Malam Penganugerahan Shorty Awards

KAPANLAGI.COM - Masuk menjadi finalis di empat kategori sekaligus dalam ajang Shorty Awards, membuat Agnes Monica dan kru terbang ke Amerika hanya untuk menghadiri malam penganugerahan Shorty Awards tersebut.
Usai melakukan penerbangan pada Rabu (3/4) siang kemarin, penyanyi cantik ini langsung menyapa Los Angeles melalui akun Twitternya.
Sebagaimana dilansir dari Shortyawards.com, Agnes Monica berhasil memenangkan dua kategori yaitu kategori Best Celebrity Fashion dan Best Singer. Dalam kategori ini pelantun single Tak Ada Logika ini juga berhasil menyingkirkan nama-nama besar seperti Justin Bieber dan Avril Lavigne.
Mengetahui hal ini, Agnes pun meluapkan rasa gembiranya melalui Twitter pribadinya.
Acara puncak pemberian penghargaan yang bertajuk THE 5TH ANNUAL SHORTY AWARDS 2013, baru akan dilaksanakan pada 8 April 2013 di New York, Amerika. (kpl/kis)

SURVEI


Survei: Publik Kian Tak Percaya Politikus
TEMPO.CO, Jakarta-Tingkat kepercayaan publik pada politikus ternyata makin menurun. Berdasarkan survei yang dirilis Lembaga survei Indonesia Network Elections Surveys mayoritas publik menilai perilaku para politikus makin jauh dari nilai sosial masyarakat. "Mayoritas responden menilai para politikus berperilaku negatif, jumlahnya mencapai 80,4 persen," kata Direktur Eksekutif INES, Sudrajat Sacawisastra, dalam diskusi di Cava Cafe, Cikini, Ahad, 7 April 2013.
Menurut Sudrajat citra negatif publik terhadap para politikus ini disebabkan karena banyaknya kader partai yang di eksekutif dan legislatif yang terjerat kasus korupsi. Publik menilai perilaku korup ini terjadi di seluruh partai. Partai kecil yang berada di luar pemerintahan seperti Gerindra dan Hanura pun bahkan tak luput dari perilaku korup ini. Publik percaya, sekitar 4,8 persen politikus Gerindra dan 5,9 persen politikus Hanura terlibat korupsi.
Perilaku korupsi menurut responden lebih besar terjadi di tiga partai yaitu berturut-turut, Golkar, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera dengan persentase 97,3 persen, 96,4 persen dan 82,3 persen. Di urutan keempat, Partai Kebangkitan Bangsa dengan 67,3 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 60,6 persen dan Partai Persatuan Pembangunan, 39,6 persen.
Rendahnya kepercayaan publik pada politikus ini ternyata menyumbang rendahnya minat publik pada partai. Survei justru menyebutkan publik tak tertarik lagi ppada program dan visi partai. "Sebanyak 74,1 persen responden menyatakan hanya tertarik uang dari partai." Sedang iklan program partai hanya diminati 10,4 persen responden, dan visinya hanya diminati oleh 5,8 persen.
Survei dilakukan INES pada 18 sampai 30 Maret 2013 dengan responden sebanyak 5.989 orang. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan metode acak bertingkat. Tingkat kesalahan diperkirakan sekitar 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.

Lorenzo berjaya, Rossi luar biasa


Lorenzo Berjaya, Rossi Luar Biasa
Liputan6.com, Doha : Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo tampil sebagai juara pada race pembuka musim 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (8/4/13) dinihari WIB. Valentino Rossi dan Marc Marquez masing-masing menempati posisi dua dan tiga. Sebuah debut gemilang Rossi setelah kembali bergabung dengan Yamaha dan juga debut hebat dari pendatang baru, Maequez.
Lorenzo memulai lomba dari berada di grid pertama setelah menjadi yang tercepat di kualifikasi yang iikuti Cal Crutchlow dan Dani Pedrosa. Lorenzo langsung melesat diikuti Pedrosa dan Dovisioso. Di lap kedua, Rossi tercecer sampai ke posisi tujuh karena melakukan kesalahan sendiri. Sementara itu Crutchlow naik ke posisi tiga.
Marques masuk ke posisi empat sementara Crutchlow mulai mengancam posisi Pedrosa. Marquez mengambil posisi Crutchlow sementara Rossi kembali naik ke posisi enam setelah melewati Dovisioso. Di lap tujuh, The Doctor berhasil naik ke posisi lima setelah lewati Stefan Bradl. Adapun jarak Lorenzo-Pedrosa semakin jauh yakni sekitar riga detik.
Lorenzo semakin di depan. Memasuki lap 15, Rossi mulai dekat dengan Crutchlow, jarak keduanya semakin dekat. Awal lap 16 Marquez naik ke posisi dua setelah menang adu cepat dengan Pedrosa di trek lurus. Di awal lap 17 Rossi menekan Crutchlow. Terus ditekan, Crutchlow membuat sebuah kesalahan dan posisi segera digantikan Rossi.
Berikutnya Rossi mengitai Pedrosa. Tanpa kesulitan, pembalap asal Italia ini menekuk Pedrosa. Berikutnya Rossi memburu Marquez. Di lap 20, Marquez sempat kembali ke posisi dua namun kembali diambil Rossi di tengah lap. Marquez semakin menekan Rossi. Namun dengan pengalamannya, Rossi berhasil finis di urutan kedua di belakang Lorenzo.(Jum)